Mempererattali persaudaraan. 2. Membentuk rasa kebersamaan dan kasih sayang di masyarakat. 3. Menjalin hubungan sosial yang baik dalam masyarakat. 4. Meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan. Baca Juga: Jawab Soal 3 Contoh Perwujudan Kerja Sama dalam Lingkungan Masyarakat. 5. Membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan hemat waktu. 6
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tema Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakkan Persaudaraan 1 Petrus 122Sub tema Melalui Perayaan Natal Diharapkan Dapat Menciptakan Pemuda Yang Mau Bergotong - Royong, Bertoleransi juga Berintegrasi dan Takut Akan - Jakarta, 19 Desember 2021. Natal Pemuda Batak Bersatu PBB diadakan di Gedung Pertemuan Sejahtera Jl. Raya Pd. Gede Lubang Buaya, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13560. Acara ini dihadiri oleh Pangdam Jaya diwakili Bapak Brigjen Yovensius Rosarindarta dan perwakilan Kowani, Kapolsek Cipayung, Kesbangpol, dan LMP. Ketua PBB DPD DKI Jakarta DF Siringo-ringo, PBB DPD Jabar, PBB DPD Banten, Ketua DPP PBB Lambok F. Sihombing, Natal dimulai dengan Doa, Persembahan Lagu, Liturgi, Persembahan Drama. Puji Handoko Aritonang pendeta yg memberikan firman Allah dan Khotbah dalam acara Natal PBB Se - Dki Jakarta dengan membaca Alkitab 1 Petrus 112-25. Saya melihat PBB ada satu kata disana yang mengikat saya secara emosional dan marga yaitu kata Batak karena saya orang Batak. Saya mengenal organisasi ini sungguh luar biasa karena ada rasa bangga dan bersyukur karena PBB banyak melakukan kegiatan sosial dan tingkat kepeduliannya tinggi. Saya juga rindu untuk berkumpul pada hari ini di natal PBB se - DKI Jakarta 2021. Gerak Langkah PBB bisa dikelola secara profesional karena orang Batak adalah orang yang terpilih dan bisa Berkarya. Cinta Kasih Kristus yang menggerakkan persaudaraan. Cemburu yang positif yaitu berlomba-lomba untuk memberikan yang terbaik. Cinta Kasih Kristus mengajak kita hidup dalam kerendahan hati dan ilmu padi semakin berisi semakin Panitia Natal Bersama Pemuda Batak Bersatu Jos Panjaitan mengucapkan selamat natal untuk kita semuanya. Di hari yang baik ini puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan kita Yesus Kristus karena kasih dan karunia-nya kita dapat bersukacita berkumpul dalam menyambut kelahiran Sang juruselamat Yesus hari ini puji dan syukur kita panjatkan di mana pada malam hari ini acara dapat berjalan dengan lancar. Kami sampaikan saya sebagai ketua panitia Natal bersama Pemuda Batak Bersatu Provinsi DKI Jakarta mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pengurus dan panitia yang tidak pernah lelah untuk mensukseskan acara ini sehingga pada malam hari ini dapat berjalan dengan lancar. Juga dukungan dari DPC dan ranting-ranting yang ada di seluruh Pemprov DKI Jakarta. Semoga malam ini menjadi momentum untuk kita lebih mengikat persaudaraan sehingga visi dan misi Pemuda Batak bersatu dapat dirasakan dan dicintai oleh masyarakat demikian saya sampaikan Kiranya Tuhan memberkati kita semuanya. DF Siringo-ringo Ketua DPD PBB DKI Jakarta menegaskan kami merasakan suasana kerukunan, persahabatan, persaudaraan, dan cinta kasih sebagai saudara sebangsa setanah air. Natal yang sangat indah adalah merayakan persaudaraan, momen yang sangat berharga bagi kita semuanya untuk meningkatkan hubungan persaudaraan, kerukunan antar umat beragama, antar bangsa dan juga bagi bangsa Indonesia. Mensyukuri indahnya keberagaman, indahnya kemajemukan yang menyatukan kita semuanya sebagai sebuah bangsa yang besar bangsa bersama-sama merawat cinta kasih, persaudaraan, harmoni kehidupan, dan menjauhkan diri dari akar-akar yang merusak persahabatan. Persaudaraan yang telah terjalin dengan sangat baik antara sesama anak bangsa. Kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air sebagai organisasi yang dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa keberagaman dan kemajemukan baik itu agama dan bahasa daerah. Bangsa Indonesia selalu belajar untuk hidup dalam kebersamaan. Budaya dalam masyarakat kita kemanapun kita pergi ke seluruh penjuru tanah air, kita akan diterima seperti sahabat. Kearifan lokal seperti inilah budaya kita sebagai merupakan negara Pancasila yang para penduduknya saling menghormati dan menghargai perbedaan di antara sesama anak bangsa. Negara menjamin kebebasan beragama dan beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Kita harus menghormati dan menghargai perbedaan dan keragaman kita di antara sesama anak bangsa dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kita mengajak seluruh masyarakat mengimplementasikan di dalam lingkungan organisasi dan di dalam kehidupan sehari-hari untuk menghormati perbedaan satu sama lain. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan menunjukkan watak asli kita sebagai orang Batak yang besar, yang berbudaya, berbudi luhur. Ketua DPP PBB dan jajarannya kepada kami memang selalu dibimbing dan diarahkan untuk melaksanakan tugas-tugas organisasi dengan baik. Agar kita menjadi organisasi yang dirasakan kehadirannya di masyarakat. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya
KOMUNIKASISOSIAL DALAM MEMPERERAT PERSAUDARAAN MASYARAKAT SUNDA DI KOTA MEDAN Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media, 2021, 4, 1-19 Budiman Purba, Cahya Arief Muttaqien. Similar Articles. 2020. 0. Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi Dan Pembangunan) (1), 18, 43. 484122. 2017. 0.
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, ampunan, dan kasih sayang. Di mana setiap dari kita lebih rajin meningkatkan ibadah untuk menjadi hamba yang bertakwa. Di mana dari setiap kita lebih mudah untuk memaafkan orang untuk mendapat ampunan Tuhan. Di mana setiap dari kita lebih ringan untuk saling berbagi dan memberi agar mendapat berkah dari ilahi. Semua itu, adalah wujud dari bulan Ramadhan sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan di antara kita. Persaudaraan merupakan fundamen penting dalam membangun kemanjuan bangsa dan negara. Tanpa adanya rasa persaudaraan, mustahil kebersamaan bisa dirajut. Tanpa adanya kebersamaan, tak mungkin kemajuan dapat kita rebut. Sebab itulah, di bulan Ramadhan ini rasa pesaudaraan perlu kita perkuat untuk memupuk kebersamaan demi kemajuan bangsa dan negara. Islam pun mengajarkan pentingnya menjaga persaudaraan di antara umat manusia. Pasalnya, persaudaraan menjadi penyangga tatanan kehidupan yang kokoh dalam sebuah masyarakat. Tidak akan terbentuk sebuah masyarakat dan bangsa yang maju, bila di dalamnya tidak ada spirit persaudaraan. Al-Quran menegaskan agar umat manusia selalu membangun tali persaudaraan di antara mereka QS. al-Nisa [4] 1. Ayat di atas, secara eksplisit menyeru kepada setiap manusia, tidak hanya umat Muslim saja, tetapi seluruh umat manusia tanpa terkecuali untuk membangun tali persaudaraan. Artinya, al-Quran tidak hanya memerintahkan untuk membangun ukhuwwah Islamiyyah saja, tetapi juga ukhuwwah basyariyyah dan ukhuwwah wathaniyyah. Dalam konteks ini, bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan, khususnya persaudaraan antarsesama umat Muslim. Bulan Ramadhan bisa dijadikan momentum untuk saling bersilaturahim guna memperkuat tali persaudaraan tersebut. Setidaknya, ada beberapa alasan yang mendasarinya. Pertama, bulan Ramadhan adalah sarana memupuk kebersamaan umat Muslim. Kebersamaan di bulan ramadhan terasa kental sekali jika kita lihat berbagai macam ritual ibadah dan tradisi yang dilaksanakan. Shalat tarawih, tadarus al-Quran, kultum Subuh hingga buka bersama adalah aktivitas ritual ibadah yang sarat kebersamaan di bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan umat Muslim berbondong-bondong ke Masjid untuk melaksanakan ibadah tersebut guna mencapai derajat Muslim yang bertakwa. Shalat tarawih misalnya, masjid selalu terisi penuh oleh jemaah. Kalau pada hari biasa orang-orang cenderung sibuk dengan urusan dan pekerjaan masing-masing, tetapi di bulan Ramadhan mereka selalu berusaha menghentikan kesibukan mereka sedari sore menjelang magrib. Mereka bersiap memfokuskan segala aktivitasnya di malam hari untuk merebut pahala shalat tarawih berjamaah di masjid. Di sinilah kebersamaan umat Islam terasa lebih kuat. Dan karena kebersamaan itu, tali persaudaraan pun terasa lebih erat pula. Kedua, budaya bersedekah, saling berbagi dan memberi di bulan puasa. Kita temui di bulan Ramadhan banyak sekali orang-orang, lembaga masyarakat, DKM masjid, hingga organisasi pergerakan mahasiswa yang dengan suka rela berbagi takjil, makanan buka puasa hingga sembako. Budaya saling berbagi dan memberi ini hampir rata kita saksikan di seluruh penjuru Tanah Air. Saya menyaksikan sendiri, betapa terenyuhnya hati saya ketika melihat sekelompok organisasi mahasiswa membagikan takjil dan makanan buka puasa kepada pada sopir angkot, tukang ojek online, hingga pengendara umum di jalanan menjelang magrib. Mahasiswa, yang mungkin secara ekonomi masih terhitung belum mapan, tetapi faktanya di bulang Ramadhan ini mereka tetap bisa berbagi kepada sesama anak bangsa. Begitu pula pembagian takjil dan makanan buka puasa di masjid. Orang-orang yang datang duduk melingkar, menghadap sajian buka puasa, menunggu beduk Magrib ditabuh, untuk kemudian menyantap makanan yang tersedia bersama-sama. Bagi saya, semua itu merupakan sebuah budaya di bulan Ramadhan yang kian mempererat rasa persaudaraan kita. Sudah selayaknya budaya bersedekah, berbagi, dan memberi seperti ini terus dilestarikan dan dikembangkan. Tidak saja hanya dilakukan di bulan Ramadhan tetapi juga di hari-hari biasa. Kenyataannya, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan kita untuk sekadar makan dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Saya yakin, jika hal ini dapat dilakukan, rasa persaudaraan kita, bahkan rasa persaudaraan nasional dapat segera dicapai. Dan pada akhirnya, kemajuan bangsa pun akan diraih. Akhir kata, bulan Ramadhan pada intinya telah mengajari kita tentang apa arti kebersamaan, saling berbagi, juga saling memberi. Dengan kebersamaan, berbagi, dan memberi di bulan Ramadhan rasa persaudaraan kita tumbuh. Walhasil, tidak salah kalau kita menyebut bulan Ramadhan adalah momentum untuk mempererat tali persaudaraan, khususnya persaudaraan sesama Muslim. Semoga bulan Ramadhan ini, tali persaudaraan kita semakin erat dan mesra.Persaudaraan adalah hal penting bagi umat manusia, terutama bagi orang Islam. Persaudaraan antar sesama dapat memperkokoh satu sama lain sehingga orang Islam kuat dalam banyak bidang. Terkait pentingnya persaudaraan Islam Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadisnya sebagai berikut وَعَنْ أنَسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عليهِ وسلم لاَتَقَا طَعُوا وَلاَتَدَا بَرُوا وَلَاتَبَا غَضُوا وَلاَتَحَا سَدُوا ، وَكُونُواعِبَادَ اللهِ إخْوَانًا ، وَلاَيَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أنْ يَهْجُرَ أخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ . baca juga Ini Balasan Pelaku Pembunuh Menurut Al-Qur'an Hikmah Dibalik Perintah Bersikap Jujur Surah Al-An'am Ayat 136-140, Lengkap dengan Artinya Artinya "Anas RA berkata Rasulullah SAW bersabda jangan putus-memutus hubungan dan jangan belakang-membelakangi dan jangan benci-membenci, dan jangan hasud-menghasud dan jadilah kamu hamba Allah sebagai saudara, dan tidak dihalalkan bagi seorang muslim memboikot saudaranya sesama muslim lebih dari tiga hari." HR Bukhari Muslim. Mengapa Islam amat menganjurkan persatuan dan persaudaraan, sebab pada hakikatnya semua manusia adalah satu saudara. Tidak mungkin ada saudara yang mau menyakiti saudaranya yang lain. Rasulullah bersabda عَنْ أبْنِ عُمَرَ رَضِى الله عَنْه قَالَ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ لا يَضْلِمُهُ ولايخذله وَلا يُسْلِمُهُ Artinya “Diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata “Rasulullah SAW bersabda Seorang muslim itu adalah saudara muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzalimi dan meremehkannya dan jangan pula menyakitinya.” HR. Ahmad, Bukhori dan Muslim. Tidak bolehnya kita menyakiti orang lain dan harus mengedepankan persaudaraan sebab kita sendiri menginginkan selalu dijadikan orang-orang yang ingin dicintai. Maka demikian kita pun harus mencintai orang lain. Rasulullah kembali bersabda demikian . قَالَ عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ أَخْبَرَنَا سَيَّارٌ عَنْ خَالِدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْقَسْرِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِجَدِّهِ يَزِيدَ بْنِ أَسَدٍ أَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ – أحمد Artinya "Abdullah berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Ma’mar telah menceritakan kepada kami Hutsaim berkata; telah mengabarkan kepada kami Sayyar dari Khalid bin Abdullah Al Qasri dari Bapaknya sesungguhnya Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda kepada kakeknya, Yazid bin Asad, “Cintailah kepada manusia sebagaimana kamu mencintai dirimu.” Itulahketentuan bersaudara yang amat dijunjung tinggi dalam Islam. Semoga bermanfaat bagi masa depan akhlak dan persaudaraan antar sesama. Amin.[]
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID opkW5-O-O-DbvKJGWVf2Fs-zi4ndwHw7_3gCfAjB7Oi8YUbvgFjZhg==
4 "Indahnya kebersamaan, indahnya persaudaraan atas nama iman. Seiring sejalan saling menanggung beban." - Yuni Ummu Wati 5. "Jagalah keharmonisan hubungan kekeluargaan dan hilangkan hal-hal yang dapat merusak hubungan persaudaraan." 6. "Jangan hapus persaudaraan hanya karena sebuah kesalahan. Namun hapuslah sebuah kesalahan demi utuhnya
Kata-kata kebersamaan di bulan Ramadhan dapat membuat seluruh umat Islam yang menyimaknya turut merasakan kebersamaan. Untuk itu, menarik menilik sederet kata-kata kebersamaan tersebut untuk memperoleh inspirasi. Kata-kata kebersamaan di bulan Ramadhan dapat disampaikan melalui lisan maupun tulisan. Cantumkan kata-kata indah tersebut dalam caption foto di media sosial maupun video. Kata-kata tersebut dapat memuat harapan, keistimewaan Ramadhan, anjuran beribadah, dan lain sebagainya. Simak beberapa kata-kata tersebut dalam ulasan berikut. Kata-kata Kebersamaan di Bulan Ramadhan Kata-Kata Kebersamaan Di Bulan Ramadhan Pexels Kata-kata kebersamaan yang disampaikan akan membuat persaudaraan semakin erat. Berikut ini beberapa kata-kata yang dapat menjadi inspirasi. 1. Seluruh umat muslim di dunia menjalankan ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan 1444 H. Mari bersama-sama saling mendukung dan menguatkan untuk terus berbuat baik, beribadah dengan tepat dan bersungguh-sungguh, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1444 Manisnya Ramadhan akan selalu membuat siapapun rindu. Oleh karena itu, ketika masih diberikan kesehatan jasmani dan rohani dalam melaksanakan ibadah dan mendapatkan bulan tersebut, marilah bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selamat menyambut Ramadhan 1444 Keluarga menjadi tempat suka dan duka. Keluarga yang menghangatkan sahur dan berbuka. Keluarga menjadi tempat awal seluruh pendidikan agama. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan bersama Bulan suci Ramadhan identik dengan agenda buka bersama sehingga terjalinlah tali silaturahmi. Bulan suci Ramadhan juga identik dengan ngabuburit yang mempererat tali persaudaraan. Kehangatan kebersamaan menjadi ciri khas bulan Ramadhan. Bersyukurlah setiap orang yang mendapat kesempatan merayakan bulan Ramadhan penuh berkah. Selamat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1444 Ada berbagai keutamaan bulan suci Ramadhan. Semua ibadah akan lebih bermakna jika dilakukan bersama-sama. Ibadah tersebut seperti sholat wajib berjamaah, sholat witir berjamaah, sholat tarawih berjamaah, membaca Al Quran bersama, dan lain sebagainya. Manfaatkan waktu beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus orang-orang tersayang. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1444 H. Kata-Kata Kebersamaan Di Bulan Ramadhan Pexels 6. Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi setiap orang. Namun tidak perlu merasa terbebani karena Allah SWT menyayangi umatnya dengan beragam keutamaan berpuasa. Semoga kita semua dapat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan motivasi yang tepat, hati yang ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah SWT. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1444 Buka bersama menjadi agenda rutin di bulan puasa. Semakin sering berbuka puasa, maka semakin erat pula persaudaraan. Itulah salah satu keunikan bulan Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1444 H. Semoga Allah SWT menerima segala ibadah kita Sucikan hati, tenangkan jiwa, Allah SWT memberikan keistimewaan di bulan Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1444 Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1444 H. Hindari perkataan buruk yang menyakiti orang lain dan mulailah saling Puasa Ramadhan dijalani kurang lebih selama tiga puluh hari hingga akhirnya datanglah hari kemenangan yakni Hari Raya Idul Fitri. Berjuanglah bersama saudara seiman hingga mampu memperoleh Lailatul Qadar. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1444 H. Kata-Kata Kebersamaan Di Bulan Ramadhan Pexels 11. Puasa memiliki segudang manfaat baik bagi diri sendiri. Beberapa diantaranya yakni mengendalikan hawa nafsu, mengendalikan diri dari perbuatan buruk, dan memperoleh pahala dari Allah SWT. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1444 H. Semoga ibadah kita diterima Takjil Ramadhan meskipun sedikit, tetapi memiliki makna yang luar biasa. Selain keistimewaannya yang menjadi ciri khas bulan Ramadhan, takjil merupakan sedekah kepada orang yang berpuasa dan Allah SWT sangat menganjurkan hal tersebut. Bersedekahlah di bulan Ramadhan karena Allah SWT akan melipatgandakan setiap ibadah yang dilaksanakan di bulan Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1444 Ramadhan telah tiba. Hari lebaran segera tiba. Mari jalani Ramadhan 1444 H bersama-sama dan manfaatkan waktu ibadah sebaik mungkin. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1444 Ampuni segala dosaku dan keluargaku ya allah. Terimalah taubat kami dan lancarkanlah seluruh ibadah kami Aaamiiin… Semoga di bulan suci penuh berkah ini, kita senantiasa diberikan kesehatan Hal paling menarik di bulan suci Ramadhan adalah keistimewaannya. Semua pintu surga dibuka, seluruh jin dan setan dibelenggu, seluruh pintu neraka ditutup, pahala dilipatgandakan, kesempatan bersedekah bertebaran, pahala ibadah puasa Ramadhan sangat banyak hingga Allah SWT sendiri yang menghitungnya. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1444 Pintu maaf terkadang sulit dibuka. Namun tahukah kamu keistimewaan Ramadhan adalah kebersamaan dan saling memaafkan? Semoga Allah SWT melapangkan dada setiap umat-Nya dan menuntun ke jalan yang benar. Aamiin.. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1444 Menyambut puasa Ramadhan wajib disertai hati yang bersih dan persaudaraan yang terjalin erat. Semoga dengan demikian, pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan semakin menyenangkan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1444 H. Itulah 17 kata-kata kebersamaan di bulan Ramadhan yang menarik dan menghanyutkan hati.
Mempererat rasa persaudaraan dan silaturahmi antar sesama warga RT xxx demi tercapainya. tujuan yang lebih besar, yaitu persatuan dan kemajuan bangsa Indonesia. C. WAKTU DAN TEMPAT. Kegiatan wisata ini akan dilaksanakan pada : Hari/Tanggal : Minggu/. 6 Februari 2011. Jam : 06.00 - 17.00 WIB. Merayakan kebersamaan menjadi penanda memelihara persaudaraan dan menghormati perbedaan. Inilah yang melatarbelakangi sebuah kegiatan bermain bersama anak-anak. Indonesia memiliki keragaman budaya, suku, dan agama. Kegiatan ini bertujuan menanamkan sikap memelihara persaudaraan, menghargai kelompok yang berbeda, menumbuhkan semangat kebersamaan serta menanamkan kecintaan sebagai saudara sebangsa dan setanah air Indonesia kepada anak-anak. Kegiatan ini diperuntukkan bagi anak-anak sahabat TPA-Taman Pendidikan Al Qur’an. Secara khusus, kegiatan ini turut menanamkan nilai-nilai toleransi kepada anak-anak sejak dini sehingga diharapkan mereka tumbuh menjadi muslim yang toleran, menghormati perbedaan, dan memelihara persaudaraan. Kegiatan berlangsung di Masjid Al Jawiriyah, Karanganyar pada Minggu, 16 Desember 2018. Sekitar 60 anak dari 5 TPA/Taman Pendidikan Al Qu’ran di Karanganyar-Surakarta mengikuti kegiatan yang berlangsung pagi hingga siang hari itu. Mereka berasal dari TPA-TPA Al Jawiriyah Karanganyar, Muttaqin Karanganyar, Al Hidayah Karanganyar, Al Furqon Surakarta, dan Baiturrahman Surakarta. Hari itu cuaca silih berganti. Sebentar langit tampak mendung lalu berganti cerah dan mentari memancarkan sinarnya. Tak lama kemudian kembali mendung dan gerimis membasahi halaman Masjid Al Jawiriyah. Namun semua itu tak menyurutkan semangat anak-anak untuk berkumpul dan bermain bersama. Tampak di sana anak laki-laki mengenakan peci dan anak perempuan mengenakan jilbab. Acara dimulai dengan mengajak anak-anak menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebagai upaya memupuk rasa cinta tanah air. Selanjutnya anak-anak diajak mendengarkan cerita tentang keberagaman dan bermain bersama dalam suatu kelompok. Sebagian dari mereka ada yang telah saling mengenal. Ada juga yang baru pertama kali bertemu sehingga ada beberapa anak yang merasa canggung. Namun bentuk permainan dalam kelompok pada akhirnya mendorong mereka untuk saling berkenalan, tertawa bersama, dan membangun kekompakkan dalam kelompoknya. Keceriaan berlanjut dalam makan siang bersama yang menandai acara telah usai. Anak-anak yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil duduk melingkar menyantap nasi dan aneka lauk pauk yang telah tersedia dalam satu wadah. Salah satu yang menarik dalam kegiatan ini adalah menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak seperti menghormati orang tua, setia menjalankan ajaran agamanya, memelihara persaudaraan, dan menghormati perbedaan. Perbedaan yang kita miliki merupakan anugerah yang selayaknya disyukuri. Indonesia memiliki keberagaman budaya, agama, suku/etnis yang merupakan kekayaan yang sudah sepatutnya kita rawat bersama. Perbedaan yang timbul karena keberagaman inilah yang saling melengkapi dan menjadikan hidup lebih berwarna. Salah satu bentuk tanggung jawab kita adalah menularkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus untuk mensyukuri dan merawat keberagaman yang kita miliki. Kebersamaan dalam keberagaman ini juga menandakan bahwa kita menjadi bagian dari yang lain. Komunitas kita merupakan bagian dari komunitas lain. Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda tapi satu jua. Sebab sebagaimana kata pepatah “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh.” Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk saling melengkapi. Untuk itulah kita perlu merawat keberagaman. Menyadari bahwa kita bagian dari komunitas yang beragam, menghormati perbedaan, memelihara persaudaraan, dan merayakan kebersamaan dalam keberagaman merupakan upaya-upaya mensyukuri dan melestarikan keberagaman yang kita miliki. [Cicilia Dwi Wuryaningsih]